Jumaat, 3 Februari 2012

Anwar Mula DiPersoal Oleh Akar Umbi PAS

Artikel dari portal paling taksub PAS dibawah membicarakan tentang keraguan yang amat sangat mereka terhadap Anwar Ibrahim.

Aktiviti beliau mula dipersoalkan, malah kewangan beliau yang seakan tidak langsung tergugat menimbulkan keraguan besar...

Baguslah.. itu tandanya mereka sudah mula berfikir...


Oleh: MERONG

"Sebelum menjawab soalan-soalan perihal Anwar DI AKHIR ARTIKEL INI, eloklah kita menghayati hadis dibawah dahulu mengenai pentingnya menghindari dari perkara syubhat.


Banyak hadits berisi perintah untuk meninggalkan perkara-perkara syubhat. Barangsiapa tidak dapat menjaga dirinya dari perkara-perkara syubhat, baik dalam pekerjaan dan penghidupannya, niscaya kehormatan dirinya tidak terpelihara.

Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa, hadits ini merupakan perintah untuk selalu memelihara urusan-urusan agama dan kehormatan diri. [Al-Hafidz, Fath al-Baariy, juz 1/127] Dengan kata lain, siapa saja yang dapat menjauhi perkara-perkara syubhat, sebelum jelas benar status hukum syariat dalam masalah itu, terjagalah agama dan kehormatan dirinya. [Imam Mohammad Syams al-Haqq, 'Aun al-Ma'buud, juz 9/128]Hanya saja, para ulama berbeda pendapat mengenai status hukum orang yang mengerjakan perkara-perkara syubhat.

Menurut al-Hafidz Ibnu Hajar, sebagian ulama berpendapat hukumnya haram. Ada pula yang berpendapat makruh. Ada pula yang tawaqquf (abstain), yakni disamakan dengan perbedaan pendapat pada perkara-perkara yang hukumnya belum dijelaskan oleh syariat. [al-Hafidz Ibnu Hajar, Fath al

Syubhat yang terjadi di tengah-tengah masyarakat terhadap perbuatan mubah, sehingga perbuatan tersebut dianggap sebagai perbuatan haram. Akibatnya, perbuatan mubah tersebut dijauhi karena khawatir terhadap anggapan orang lain yang menggolongkannya ke dalam perbuatan haram. Misalnya, ada orang yang selalu melintasi tempat-tempat maksiyat, contohnyanya lokalisasi pelacuran, bioskop, perjudian, dan lain-lain. Lantas, banyak orang menyangka dirinya sebagai seorang fasik. Akhirnya, karena khawatir terhadap pendapat orang banyak, ia menjauhkan diri dari perbuatan mubah tadi.

(1) Perkara yang dianggap oleh masyarakat sebagai perkara haram atau makruh tersebut, secara langsung memang haram atau makruh menurut syariat. Tatkala seseorang melakukan suatu perbuatan mubah yang dianggap masyarakat sebagai perbuatan terlarang, dalam keadaan seperti ini, ia harus memelihara diri dari perkara mubah tersebut karena khawatir atas persangkaan orang terhadap dirinya. Ketentuan semacam ini didasarkan sebuah riwayat dari Ali bin Husain. Beliau menuturkan bahwa, Shafiyyah binti Huyay, salah seorang istri Nabi saw, menyampaikan kabar kepadanya bahwa Shafiyyah mendatangi Rasulullah saw, sementara itu Rasulullah saw sedang i'tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Shafiyyah lantas bercakap-cakap dengan Nabi saw berberapa saat sejak usainya shalat Isya`. Setelah itu, Shafiyyah pulang dengan diantar oleh Rasulullah hingga sampai di pintu masjid, dekat dengan tempatnya Ummu Salamah, istri Nabi saw. Tiba-tiba, dua orang pria dari kalangan Anshar melintas di dekat mereka, seraya mengucapkan salam kepada Nabi saw. Mereka kemudian langsung pergi. Rasulullah saw. berseru kepada mereka berdua, 'Tinggallah di tempat kalian, sesungguhnya ia adalah Shafiyyah binti Huyay'. Kedua orang pria itu pun terkejut seraya mengucapkan, 'Mahasuci Allah! Duhai Rasulullah, sesungguhnya kami tidak mengatakan seperti itu'. Nabi saw. kemudian bersabda sebagai berikut, "Sesungguhnya setan memasuki anak Adam melalui peredaran darahnya. Aku khawatir, ia memasuki tubuh kalian berdua".Arti kata tanqalibu adalah kembali, sehingga kata yuqallibuhâ berarti mengembalikannya. Dari hadis ini bisa dipahami bahwa Rasulullah saw berusaha menghilangkan syubhat yang ada dalam diri dua orang sahabat beliau, meskipun dalam diri Rasulullah saw tidak mungkin ada syubhat.

(2) Perkara syubhat yang ada di tengah-tengah masyarakat, dan dianggap sebagai perbuatan terlarang, padahal pada hakikatnya tidak terlarang. Karena ada kekhawatiran terhadap anggapan masyarakat, akhirnya seseorang menjauhinya karena pendapat masyarakat, bukan karena sesuatu itu terlarang. Dalam kondisi seperti ini, perkara syubhat seperti ini tidak boleh dijauhi, bahkan mestinya tetap dilaksanakan dan dianggap sebagai sesuatu yang diperintahkan oleh syariat. Ia tidak perlu memperhatikan pendapat masyarakat. Allah Swt. telah menegur Rasulullah karena perbuatan seperti itu melalui firman-Nya, "Kamu takut kepada manusia, padahal Allahlah yang berhak kamu takuti. (QS al-Ahzaab [33]: 37). Kenyataan ini menunjukkan bahwa, seorang Muslim, jika melihat atau memahami suatu perkara yang tidak dilarang oleh syariat, hendaknya ia melakukan hal itu, meskipun seluruh manusia menganggapnya terlarang. [Qadliy Taqiyyuddin, al-Nidzam al-Ijtimaa'iy, hal. 99-101]


Jika seorang Muslim menjauhi perkara-perkara syubhat yang dilarang oleh syariat, niscaya, kehormatan dan kesucian dirinya akan selalu terpelihara.


Perkara2  syubhat yg perlukan penjelasan : 
1.      Keterlibatan anda didalam penerbitan buku "Building Moderate Muslim" oleh RAND. Adakah anda berfahaman liberalime/Islam sederhana ?

 2.      Mengapa anda dijemput/memilih mengajar di Georgetown University?  Ini apa yg saya dapat di WikipediaNewsweek, however, rated Georgetown among its top "Gay-Friendly Schools" in 2010.[119] In 2011, College Magazine ranked Georgetown as the tenth most hipster U.S. college,[120] while People for the Ethical Treatment of Animals considered it the third most vegan friendly small U.S. school.[121]


3.      Kenapa Anda terlalu kerap ke USA atau terlibat dgn media USA? Allahyarham Fadzil Noor/ Lim KS yg pernah manjadi ketua pembangkang pun jarang melakukan demikian. 

4.       Keterlibatan anda sebagai pembangkang hampir 14 tahun tidak menampakkan kekayaan anda tergugat berbanding dgn pemimpin pembangkang yg lain. Dari manakah sumber keewangan anda? 

1 comments:

Tanpa Nama berkata...

Salam Bro,berani ke dia nak menjawab soalan-soalan cepu emas itu ?

Catat Ulasan

DISCLAIMER

Assalamualaikum.

Segala Komen atau kritikan adalah atas tanggungjawab pemberi komen sendiri.

Buat masa kini komen boleh diberikan atas nama Anon, tetapi pihak Kedah Times masih terpaksa menapis komen-komen yang tidak bertanggungjawab.

Harap maklum.

Sekian, terima kasih.

 

Dari Mana Mereka

Pelawat sejak 18-04-2010

free counters

Arkib

Pengikut 2

Pengikut

© 2010 Laman Kedah Times Copyright by Kedah Times | Courtesy of Three Column Templates